Halaman

Jumat, 03 Juli 2026

Mahasiswa UNESA Melakukan Pengujian Titer Antibodi Newcastle Disease pada Ayam KUB Menggunakan Metode HA dan HI

        Dalam rangka mendukung upaya pengendalian penyakit unggas, telah dilaksanakan pengujian titer antibodi Newcastle Disease (ND) pada sampel serum ayam Kampung Unggul Balitbangtan (KUB) di Rahman Farm, Kabupaten Sidoarjo. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari penelitian yang bertujuan mengetahui status kekebalan ayam terhadap virus Newcastle Disease menggunakan metode Hemagglutination (HA) dan Hemagglutination Inhibition (HI).


        Newcastle Disease merupakan salah satu penyakit viral yang sangat menular pada unggas dan berpotensi menyebabkan kerugian ekonomi yang besar bagi sektor peternakan. Oleh karena itu, pemantauan antibodi secara berkala menjadi langkah penting untuk mengevaluasi keberhasilan program vaksinasi sekaligus mengetahui tingkat perlindungan ternak terhadap infeksi virus ND.
Pengujian diawali dengan pengambilan sampel darah ayam, dilanjutkan dengan pemisahan serum, uji Hemagglutination (HA), penentuan 4 HA Unit, hingga pengujian Hemagglutination Inhibition (HI) untuk mengetahui nilai titer antibodi pada masing-masing sampel.
Hasil pemeriksaan terhadap 10 sampel serum ayam KUB menunjukkan bahwa antibodi Newcastle Disease berhasil terdeteksi pada seluruh sampel dengan rentang titer 2⁰ hingga 2², serta diperoleh rata-rata titer sebesar 2¹. Temuan ini menunjukkan adanya respons imun terhadap virus Newcastle Disease pada populasi ayam yang diperiksa.
Data hasil pengujian ini dapat menjadi informasi awal dalam pemantauan status kesehatan unggas serta sebagai bahan evaluasi terhadap efektivitas program vaksinasi yang telah dilaksanakan. Monitoring serologis secara rutin juga menjadi salah satu langkah strategis dalam menjaga kesehatan ternak, mencegah penyebaran penyakit, dan meningkatkan produktivitas usaha peternakan.
Melalui sinergi antara dunia akademik dan Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Sidoarjo, diharapkan kegiatan penelitian seperti ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendukung sistem kesehatan hewan yang lebih baik serta memperkuat ketahanan sektor peternakan di Kabupaten Sidoarjo.

Rabu, 29 Oktober 2025

Sebagian Tahu di kab. Sidoarjo menggunakan Boraks

  


Tahu adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang diproses dengan cara digumpalkan dan dicetak. Makanan ini merupakan sumber protein nabati yang populer di Asia dan seluruh dunia, serta memiliki kandungan nutrisi lain seperti karbohidrat, lemak, dan serat. 

Menurut Suprapti (2005), tahu dibuat dari kacang kedelai dan dilakukan proses penggumpalan (pengendapan). Kualitas tahu sangat bervariasi karena perbedaan bahan penggumpalan dan perbedaan proses pembuatan.

Harga tahu yang murah dan bentuknya sederhana, tahu mempunyai mutu yang istimewa dilihat dari segi gizi. Hasil-hasil studi menunjukkan bahwa tahu kaya protein bermutu tinggi, tinggi sifat komplementasi proteinnya, ideal untuk makanan diet, rendah kandungan lemak jeuh dan bebas kolesterol, kaya mineral dan vitamin, makanan alami yang sehat dan bebas dari senyawa kimia yang beracun.

Tahu memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga menyebabkan tahu akan cepat basi dan mudah hancur. Beberapa penjual menggunakan pengawet untuk menghindari hal tersebut, bahan pengawet yang digunakan seperti boraks dan formalin agar tahu tetap kenyal dan dapat bertahan lama. Mengingat bahaya dari boraks dan formalin yang berbahaya bagi kesehatan, kedua bahan tambahan pangan tersebut sudah dilarang penggunaanya jika untuk ditambahkan kedalam makanan, hal tersebut tercantum dalam Permenkes RI No. 33 tahun 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, senyawa yang dilarang ditambahkan pada bahan pangan diantaranya ada boraks dan formalin.

Untuk itu, mahasiswan mangang dari Universitas Negeri Surabaya yang berada di laboratorium keswan dan kesmavet ingin melakukan pengujian boraks dan formalin terhadap tahu yang berada di kab. Sidoarjo yang dilaksanakan di Laboratorium kami. Kami melakukan eksperimen pengambilan sampel tahu disejumlah pasar besar yang berada di Sidoarjo. Pasar tersebut adalah Pasar Larangan, pasar Krian dan pasar Sukodono.

Hasil pengujian yang dilakukan oleh UPTD Laboratorium keswan dan kesmavet Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Sidoarjo sebagian tahu terpapar bahan kimia Boraks.


Untuk pasar larangan, 2 dari 3 sampel yang kita ambil positif boraks, untuk pasar Krian 1 dari 3 sampel positif boraks dan untuk pasar sukodono 2 dari 3 sampel positif boraks.

Maka dari itu, kami himbau kepada masyarakat Sidoarjo untuk lebih bijak dalam berbelanja bahan pangan di pasar tradisional maupun pasar modern.

Ciri-ciri tahu yang mungkin mengandung boraks

·         Tekstur: Sangat kenyal, padat, dan tidak mudah hancur.

·         Warna: Lebih putih dari tahu pada umumnya.

·         Ketahanan: Lebih awet atau tidak mudah basi selama beberapa hari.

·         Bau: Terkadang memiliki bau tidak sedap. 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Suprapti, M. L. 2005. Pembuatan Tahu. Kanisius: Yogyakarta.

-, M. R. M. N. (2023). IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS DAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH YANG BEREDAR DI PASAR TRADISONAL KECAMATAN BATANG. Jurnal Medika Hutama4(04 Juli), 3488-3495. Retrieved from http://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/637.

Kamis, 24 Juni 2021

JENIS PELAYANAN

 


 

Jenis Pelayanan Laboratorium Keswan dan Kesmavet:

 

a.       Laboratorium mikrobiologi :

-          Total plate Count (TPC)

-          Coliform

-          Eschericia Coli

-          Salmonella sp.

 

b.      Laboratorium Fisikokimia

-          Formalin

-          Borax

-          pH daging

-          CMT

-          Lactoscan

 

c.       Laboratorium Serologi

-          HA- HI Avian Influenza (AI)

-          HA-HI Newcastle Disease (ND)

-          Rose Bengal Test (RBT)

PERSYARATAN MUTU


 

 

PERSYARATAN MUTU : 

 

1.      Bahan Asal Hewan / Olahan               :  SNI 7388 : 2009

2.      Daging Kerbau                                    :  SNI 01-3933-1995 dan SNI 01-3947-1995

3.      Telur Ayam Konsumsi                        :  SNI 3926 : 2008

4.      Susu Segar                                          :  SNI 3141.1 : 2011

5.      Karkas Dan Daging Ayam                  :  SNI 3924 : 2008

METODE PENGUJIAN

 


Metode Pengujian Yang Digunakan :

1.      Total Plate Count (TPC)                     :  SNI 01-2897-2008

2.      Bakteri Coliform                                 :  SNI 01-2897-2008

3.      Escherichia Coli                                  :  SNI 01-2897-2008

4.      Salmonella                                           :  SNI 01-2897-2008

5.      California Mastitis Test (CMT)           :  Kit CMT – Test BOVI-VET

6.      Rose Bengal Test (RBT)                     :  OIE 2018 Chapter 3.1.4

7.      HI- AI (Avian Influenza)                   :  OIE 2018 Chapter 3.3.4

8.      HI-ND (New Castle)                          :  OIE 2018 Chapter 3.3.14

9.      Borax                                                  :  Kit-Smart TM Borax

10.  Formalin                                              :  Kit-M Colourtest TM

11.  pH                                                       :  SNI 06-6989.11-2004


SERTIFIKAT AKREDITASI



PERSYARATAN UMUM UNTUK KOMPETISI LABORATORIUM PENGUJIAN DAN LABORATORIUM KALIBRASI


SNI ISO / IEC 17025 : 2017



SNI ISO / IEC 17025 : 2008


TUPOKSI LABORATORIUM

 


UPTD Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner berdasarkan Peraturan Bupati Sidoarjo nomor 69 tahun 2018 mempunyai tugas :

  1. Menyusun rencana dan melaksanakan kegiatan UPTD;

MOTTO, VISI DAN MISI

  



MOTTO

TEPAT, AKURAT, TERPERCAYA

 

 


VISI

MENJADI PUSAT LAYANAN LABORATORIUM PENGUJIAN KESEHATAN HEWAN DAN KESEHATAN MASYARAKAT VETERINER YANG TERPECAYA DI KABUPATEN SIDOARJO



MISI

MEMBERIKAN PELAYANAN PRIMA

MENINGKATKAN KEMAMPUAN DAN KETERAMPILAN SDM BERKELANJUTAN

MENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA LABORATORIUM

PENGEMBANGAN RUANG LINGKUP PENGUJIAN


KEBIJAKAN MUTU


 

  • Ø Laboratorium memberikan pelayanan yang tangguh, terpercaya dengan dukungan sumber Daya Manusia professional dan selalu mengikuti perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi.
  • Ø Kegiatan pengujian dilaksanakan berdasarkan sistem manajemen yang sesuai dengan ISO/IEC17025-2017,  guna memberikan jaminan konsistensi, kompetensi teknis pengujian dalam lingkup kegiatannya.
  • Ø Sistem manajemen laboratorium dituangkan dalam Panduan Mutu, Prosedur dan Instruksi Kerja yang didokumentasikan, dimengerti dan dilaksanakan oleh semua personel.


Selasa, 22 Juni 2021

PROFIL

 


 



Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (KESWAN Dan KESMAVET) merupakan salah satu laboratorium Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPTD) Laboratorium Kesehatan Hewan dan Kesehatan Veteriner Kabupaten Sidoarjo yang berdiri pada tanggal 1 Januari 2018, dan terakreditasi sejak 12 Desember 2013.

 

Ø  Sampel Produk Hewan Pelayanan Laboratorium Keswan Kesmavet

 

·         Produk daging dan olahannya    : Daging Ayam, Daging Sapi, Daging Kambing, Baso,               

                                                             Nuget, Burger, Sosis, Sempol, Siomay, dll.

·         Produk Telur dan olahannya       : Telur Ayam, telur bebek, telur itik, dll.

·         Produk Susu                                : Susu sapi, susu kambing, susu pasterorisasi, susu UHT, dll.

 

Ø  Peranan Laboratorium Keswan Kemavet

 

1.       Melakukan pengujian Bahan Asal Hewan (BAH) secara Mikrobiologi dan kimiawi.

2.       Menerbitkan sertifikat hasil uji. 

WAKTU PELAYANAN

 




NO.
JADWAL PELAYANAN
WAKTU PELAYANAN
KETERANGAN
1.
Senin - Kamis
08.00 – 12.00
Pelayanan
12.00 – 13.00
Istirahat
13.00 – 15.00
Pelayanan
2.
Jum’at
08.00 – 11.30
Pelayanan
11.30 – 13.00
Istirahat
13.00 – 14.00
Pelayanan





Catatan : 1. Sabtu, Minggu dan Hari Besar Pelayanan Libur

Mahasiswa UNESA Melakukan Pengujian Titer Antibodi Newcastle Disease pada Ayam KUB Menggunakan Metode HA dan HI

          Dalam rangka mendukung upaya pengendalian penyakit unggas, telah dilaksanakan pengujian titer antibodi Newcastle Disease (ND) pad...