Halaman

Rabu, 29 Oktober 2025

Sebagian Tahu di kab. Sidoarjo menggunakan Boraks

  


Tahu adalah makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang diproses dengan cara digumpalkan dan dicetak. Makanan ini merupakan sumber protein nabati yang populer di Asia dan seluruh dunia, serta memiliki kandungan nutrisi lain seperti karbohidrat, lemak, dan serat. 

Menurut Suprapti (2005), tahu dibuat dari kacang kedelai dan dilakukan proses penggumpalan (pengendapan). Kualitas tahu sangat bervariasi karena perbedaan bahan penggumpalan dan perbedaan proses pembuatan.

Harga tahu yang murah dan bentuknya sederhana, tahu mempunyai mutu yang istimewa dilihat dari segi gizi. Hasil-hasil studi menunjukkan bahwa tahu kaya protein bermutu tinggi, tinggi sifat komplementasi proteinnya, ideal untuk makanan diet, rendah kandungan lemak jeuh dan bebas kolesterol, kaya mineral dan vitamin, makanan alami yang sehat dan bebas dari senyawa kimia yang beracun.

Tahu memiliki kandungan air yang tinggi, sehingga menyebabkan tahu akan cepat basi dan mudah hancur. Beberapa penjual menggunakan pengawet untuk menghindari hal tersebut, bahan pengawet yang digunakan seperti boraks dan formalin agar tahu tetap kenyal dan dapat bertahan lama. Mengingat bahaya dari boraks dan formalin yang berbahaya bagi kesehatan, kedua bahan tambahan pangan tersebut sudah dilarang penggunaanya jika untuk ditambahkan kedalam makanan, hal tersebut tercantum dalam Permenkes RI No. 33 tahun 2012 mengenai Bahan Tambahan Pangan, senyawa yang dilarang ditambahkan pada bahan pangan diantaranya ada boraks dan formalin.

Untuk itu, mahasiswan mangang dari Universitas Negeri Surabaya yang berada di laboratorium keswan dan kesmavet ingin melakukan pengujian boraks dan formalin terhadap tahu yang berada di kab. Sidoarjo yang dilaksanakan di Laboratorium kami. Kami melakukan eksperimen pengambilan sampel tahu disejumlah pasar besar yang berada di Sidoarjo. Pasar tersebut adalah Pasar Larangan, pasar Krian dan pasar Sukodono.

Hasil pengujian yang dilakukan oleh UPTD Laboratorium keswan dan kesmavet Dinas Pangan dan Pertanian Kab. Sidoarjo sebagian tahu terpapar bahan kimia Boraks.


Untuk pasar larangan, 2 dari 3 sampel yang kita ambil positif boraks, untuk pasar Krian 1 dari 3 sampel positif boraks dan untuk pasar sukodono 2 dari 3 sampel positif boraks.

Maka dari itu, kami himbau kepada masyarakat Sidoarjo untuk lebih bijak dalam berbelanja bahan pangan di pasar tradisional maupun pasar modern.

Ciri-ciri tahu yang mungkin mengandung boraks

·         Tekstur: Sangat kenyal, padat, dan tidak mudah hancur.

·         Warna: Lebih putih dari tahu pada umumnya.

·         Ketahanan: Lebih awet atau tidak mudah basi selama beberapa hari.

·         Bau: Terkadang memiliki bau tidak sedap. 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Suprapti, M. L. 2005. Pembuatan Tahu. Kanisius: Yogyakarta.

-, M. R. M. N. (2023). IDENTIFIKASI KANDUNGAN BORAKS DAN FORMALIN PADA TAHU PUTIH YANG BEREDAR DI PASAR TRADISONAL KECAMATAN BATANG. Jurnal Medika Hutama4(04 Juli), 3488-3495. Retrieved from http://jurnalmedikahutama.com/index.php/JMH/article/view/637.

Sebagian Tahu di kab. Sidoarjo menggunakan Boraks

    T ahu adalah  makanan yang terbuat dari kacang kedelai yang diproses dengan cara digumpalkan dan dicetak . Makanan ini merupakan sumb...